Silverstone Hapuskan Zona DRS Ketiga Yang Dianggap Kontroversial

Sirkuit Silverstone : merupakan sirkuit balap F1 yang terletak di Silverstone, Inggris. Di Formula Satu, Michael Schumacher mengalami kecelakaan di sirkuit ini pada Juli1999 mengalami patah kaki. Jumlah tikungan ada 17. Dibuka tahun 1948 dengan kondisi awal saat itu sebagai bekas lapangan terbang militer kerajaan Britania Raya.

LIGA IBC – Jelang bergulirnya gelaran GP Inggris Raya akhir pekan ini, Sikruit Silverstone telah menghilangkan zona DRS yang sebelumnya bisa dipakai saat melewati Tikungan 1-3.

Baca Juga :Racing Point Berharap Upgrade Di Kandang Bakal Buat Terobosan Baru

Setelah di musim-musim sebelumnya, Silverstone menghadirkan tiga zona DRS (Drag Reduction System). Akan tetapi, tahun ini Silverstone kembali hanya akan menyediakan dua zona DRS, perangkat yang membantu para pebalap untuk mengurangi hambatan angin sehingga menambah kecepatan.

Sementara musim lalu, FIA bereksperimen dengan zona DRS ketiga yang diletakkan di lurusan start-finis dan bisa dipakai sampai titik pengereman Tikungan 3. Waktu itu, langkah ini dilakukan demi memperbesar peluang aksi salip-menyalip.

Kendati demikian, beberapa mobil dinilai tidak punya cukup downforce untuk bisa melewati tikungan berkecepatan tinggi Abbey dengan kondisi DRS terbuka.

Baca Juga :Formula 1 Masih Optimistis Menggelar Grand Prix di Miami

Akibatnya, Romain Grosjean dan Marcus Ericsson harus mengalami kecelakaan setelah telat menutup sayap DRS. Lewis Hamilton juga menyebut bahwa zona DRS baru di Silverstone malah lebih berbahaya bagi pebalap pembalap pemula terutana untuk di zona silverstone.

Setelah balapan 2018, direktur balap FIA waktu itu, mendiang Charlie Whiting, membela aspek keselamatan zona DRS ketiga. Menurutnya, insiden kecelakaan justru terjadi lantaran faktor pebalap bukan karena zona DRS tersebut.

Pun demikian, Whiting mengakui bahwa zona DRS yang ia tambahkan itu tidak berhasil meningkatkan aksi salip-menyalip.

 

Kunjungi : Situs Agen Bandar Bola Terbaik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *