Cerita Hero Dota2 : Monkey King Hajar Razor Untuk Hidup Abadi!

LIGA IBC – Setelah beberapa bulan, akhirnya Sang Raja yang kita tunggu-tunggu datang juga! Kehadiran Monkey King menarik tidak hanya karena ia dilengkapi berbagai ability dan arcana menarik, namun juga lore yang melengkapi kisah-kisah hero lainnya.

Baca Juga : Meski Gagal Lolos, Morph Strat ala 23savage Bakal Meta di TI9?

Lore ini mengadaptasi kisah asli Monkey King dalam novel Journey to the West, yang dibumbui kisah-kisah lain di Dota. Beberapa hal mengagetkan juga muncul, antara lain bahwa ternyata yang membebaskan Slark dari Dark Reef Prison adalah Monkey King! Selain itu, apalagi kisah-kisahnya? Simak cerita Monkey King Dota 2 di sini!

Hidup Abadi Setelah Mengalahkan Razor

Di masa awal petualangannya, Wukong berhasil dijebak oleh Razor yang kemudian mengurungnya di Narrow Maze, sebuah labirin panjang yang digunakan untuk mengumpulkan jiwa-jiwa yang telah mati.

Tak sedikit dari mereka yang berusaha kabur dan lari dari Narrow Maze agar dapat keluar dari dunia kematian dan hidup kembali, namun gagal tertangkap Razor sang penjaga. Alih-alih lari seperti yang dilakukan semua orang, Wukong memutuskan untuk menghajar Razor. Pertarungan berjalan panjang dan keras, namun, Razor kewalahan dan akhirnya dapat dikalahkan.

Baca Juga : Cerita Dota 2: Iblis dan Dimensi Gelap Foulfell

Saat Razor dalam kondisi tidak sadar, Wukong mengambil Book of Life and Death (Buku Kehidupan dan Kematian) dari tangan Razor, kemudian menyobek namanya dari buku tersebut. Hilangnya nama Wukong dari Book of Life and Death menyebabkan jiwanya tak dapat dicabut. Sejak saat itu, Wukong hidup abadi!

Tanpa Sengaja Membebaskan Slark Sang Kriminal

Alkisah Wukong yang memiliki berbagai kemampuan sihir dan hidup abadi bertekad mencari senjata yang sesuai dengan tingginya kemampuan yang ia miliki. Seluruh wilayah sudah dia lalui, namun ia belum menemukan senjata yang cocok untuknya. Ia pun memutuskan untuk pergi ke Lautan Timur.

Di sana, ia bertemu dengan Tidehunter, sang Raja Lautan Timur. Melihat kemampuan Wukong, Tidehunter berkata bahwa senjata yang paling cocok untuk Wukong adalah sebuah tongkat sakti bernama Jingu Bang. Namun sayang, tongkat tersebut jatuh di dasar terdalam di penjara Dark Reef, tempat kriminal kelas kakap seperti Slark ditahan. Tidehunter memerintahkan Wukong untuk mengambil tongkat itu.

Baca Juga : Cerita Dota 2: Wraith King sang Penguasa Kematian

Tak butuh waktu lama, Wukong berhasil menyelam ke dasar lautan dan menemukan tongkat yang dimaksud. Ia kemudian menarik sekuat tenaga. Tiba-tiba tongkat tersebut membesar ke ukuran yang tidak wajar dan langsung menghancurkan penjara tempat Slark dikurung.

Wukong pun segera menyadari bahwa ia diperdaya Tidehunter untuk membebaskan Slark. Setelah berhasil mengembalikan Jingu Bang ke ukuran semula, ia berusaha mengejar Slark namun gagal. Menyadari kebodohannya, Wukong bertekad akan mengejar dan mengurung kembali Slark, dengan bantuan tongkat sakti yang sekarang ada di bawah kekuasaannya.

Dihukum Ember Spirit ke Dalam Eternal Crucible

Melihat tingkah lakunya yang merusak keseimbangan alam, termasuk menyebabkan larinya Slark dan merobek Book of Life and Death, Spirit Brothers (Earth Spirit, Ember Spirit, Storm Spirit, dan satu lagi yang masih dirahasiakan) memutuskan untuk menangkap Monkey king.

Meski merupakan seorang petarung yang sangat tangguh, Wukong tetap tak mampu melawan empat ksatria elemen alam tersebut. Wukong pun ditangkap dan dilempar ke Eternal Crucible, tungku milik Ember Spirit, dan dibakar hidup-hidup dengan api suci.

Baca Juga : Cerita Dota 2: Kunkka dan Tidehunter, Salah Paham di Peperangan

Tak diduga, api tersebut tak mampu membunuh Wukong. Selama beberapa hari pertama, Wukong mengamuk dan merasa perlakuan Spirit Brother kepadanya tidak adil. Namun kemudian, ia mulai bisa menerima hukuman tersebut dan memutuskan untuk bersemedi. Akibatnya, api yang tadinya digunakan untuk menyakiti itu malah membuatnya kuat. Pada hari ke-49, sosok Wukong perlahan mulai berubah. Ia kini mampu mengendalikan elemen api di tubuhnya.

Dipenjara Dewa Leluhur Karena Memberontak

Wukong yang kini hidup abadi merasa dirinya pantas mendapatkan tempat yang layak di Kerajaan Langit. Ia pun diundang datang ke istana. Namun tak disangka, Wukong hanya diberi pekerjaan sebagai penjaga kuda. Ia tersinggung dan kemudian melakukan pemberontakan.

Sayangnya pemberontakan tersebut tidak berhasil. Para Dewa Leluhur kemudian memutuskan untuk memenjarakan Wukong. Selama lebih dari 500 tahun Wukong terkurung di gunung tersebut, hingga akhirnya Dewa Leluhur memutuskan untuk memberikan Wukong kesempatan menebus dosa. Wukong diminta untuk menemani seorang biksu ke barat.

Baca Juga : Cerita Dota 2: Bloodseeker dan Dewa yang Haus Darah

Tugas tersebut diterima oleh Wukong. Bersama biksu tersebut, ia mengalami perjalanan panjang penuh rintangan, yang akhirnya berhasil dilalui Wukong. Setelah sukses mengantar sang biksu. Wukong kembali ke Kerajaan Langit dan mendapatkan tempat terhormat di sana. Namun, Wukong rindu akan petualangan, dan akhirnya memutuskan untuk kembali ke Bumi.

Memutuskan Mengikuti War of the Ancients Setelah Bertemu Broodmother

Kembalinya Wukong ternyata ditunggu banyak orang dan para pengagumnya. Selama beberapa saat, ia menjadi petarung kandang (pit fighter), yang sebenarnya lebih mirip sirkus. Dalam pertarungan itu, ia dipertandingkan melawan “rival”-nya, Breklin, The Living Anathema.

Baca Juga : Lore Dota 2: Darkterror, Penjelajah dari Dimensi Tanpa Waktu

Sesuai skenario, Breklin dikalahkan oleh Wukong, yang kemudian disambut sorak-sorai. Penonton gembira, namun tidak demikian dengan pemilik sirkus yang panggungnya dihancurkan. Sang pemilik juga merasa bahwa penonton mulai bosan dengan jalannya pertarungan, yang sudah pasti dimenangkan Wukong, ia kemudian mendapat ide dan menyiapkannya sebagai kejutan untuk Wukong dan Breklin.

Saat beristirahat di bar, Wukong dan Breklin didatangi oleh Arachnia sang Broodmother. Arachnia langsung melabrak Wukong, yang berkata bahwa ia mengira Wukong datang untuk bertempur dalam War of the Ancients. Kenyataannya, Wukong hanya menjadi badut di panggung hiburan. Wukong yang kesal menyatakan bahwa suatu saat ia akan ikut dalam pertempuran, namun ia merasa belum waktunya.

Kembali dalam panggung, sang pemilik sirkus menyiapkan kejutan yang ternyata kelewatan! Ia mengurung Wukong dan Breklin bersama makhluk-makhluk haus darah yang siap membunuh mereka. Pertarungan tak imbang tersebut berjalan sengit, dan hampir saja mengakibatkan Breklin terbunuh. Namun karena kemampuannya, Wukong berhasil mengalahkan mereka.

Muak dengan tingkah laku pemilik sirkus yang hanya mengutamakan uang, Wukong menyatakan keluar setelah pertarungan berakhir. Saat itu lah ia merasa ada hal yang jauh lebih berharga dibanding uang. Ia segera pergi untuk ikut bertarung dalam War of the Ancients.

Kunjungi : Situs Agen Judi Bola Resmi 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *